Ketulusan dalam hati manusia pastinya ada, tapi setiap ketulusan itu apakah tak miliki motif/recana, proses , dan hasil yang dirasakan dihati ?
1) Coba fikir kalimatnya {“aku (dia) tulus ”}
- Apakah memberi dan tak mengharapkan apa-apa ? (cara fikir manusia bukan malaikat)
ya atau tidak, serta alasanya
-Adakah dibalik fikiran itu benar tulus ?
ya atau tidak, serta alasanya
2) Sekarang lihat indikatornya yakni A. Berbuat dan B.konsisten :
- A. Apakah benar-benar memberi atau hanya gombal semata ?
ya atau tidak, serta alasanya
- B. apakah benar konsisten dalam memberinya tanpa ada perubahan ?
ya atau tidak, serta alasanya
3) Sekarang pilih rumus sebagai berikut.
A. Berucap Tulus=> berbuat =>konsisten ........................ex : TUHAN, ORANG TUA, NIKAH /TUNANGAN/ sahabat baik/pacar tak pernah makan hati tapi susah carinya mustahil.
B. Tidak berucap=>berbuat=>konsisten...........................ex : teman sepermainan.
C. Berucap Tulus=> berbuat =>tidak konsisten.................ex : Pacaram makan hati
D. Tidak berucap=>berbuat=>tidak konsisten....................ex : teman tapi kadang jadi musuh
E. Berucap Tulus=>tidak berbuat=> tidak konsisten...........ex : cowo gombal atau cewe gombal.
F. Tidak berucap=>tidak berbuat=> tidak konsisten............ex : orang tak dikenal.
