Forum und Diskussionen (PAJ 2011-14) > INFO
Pertemuan Masyarakat Indonesia dengan Bapak B.J. Habibie di Berlin (1 Juli 2011)
Seite 1 / 1
Pertemuan Masyarakat Indonesia dengan Bapak B.J. Habibie di Berlin (1 Juli 2011)
07/04/2011 9:04 pm

Administrator
Cool Senior Member


Anmeldung: 07 / 04 / 2011
Themen: 20
Beiträge: 1
OFFLINE
von: "Hartono Sugih" harsugih@googlemail.com  Mo 4. Jul 2011 4:31


*BERLIN, HUMAS PPIJERMAN* - Pada tanggal 1 Juli 2011 berlangsung dialog
terbuka oleh Prof Dr. B.J Habibie dan anaknya, Dr. Ing. Ilham Habibie yang
dimoderatori oleh Dubes RI untuk RF Jerman, Bapak Dr. Eddy Pratomo, bertempat
di Wisma I KBRI Berlin. Acara dimulai pada pukul 19.15 dan dihadiri oleh
beberapa kelompok perwakilan mahasiswa dan sejumlah kelompok masyarakat lainnya
yang terdapat di Jerman pada umumnya, dan Berlin pada khususnya. Jumlah
peserta yang hadir kurang lebih 100 orang.

Kedatangan Pak Habibie saat ini ke Jerman tidak hanya untuk
tugas diplomasi, tetapi juga untuk menghabiskan waktu liburan bersama anak
beserta cucu-cucunya serta cek kesehatan di beberapa dokter di Jerman,
seperti di Muenchen dan Hamburg.

Acara dimulai pada pukul 19.15 dan Dubes RI memberi sambutan
sebelum acara dimulai. Acara ini merupakan dialog terbuka, dimana peserta
bebas untuk menanyakan apa yang ingin ditanyakan dan beliau akan menjawab
sesuai konteks tersebut. Tetapi, sebelum peserta diperbolehkan untuk
bertanya, beliau memperkenalkan keluarga beliau yang juga hadir dalam dialog
tersebut, baik dari anak beserta istrinya, dan juga cucu-cucu beliau.

Di dalam dialog tersebut, hanya ada dua pertanyaan yang
sempatdilontarkan dikarenakan waktu yang terbatas
dan jawaban yang panjang dari Pak Habibie. Pertanyaan pertama adalah
bagaimana orang yang tinggal di desa (daerah terpencil) bisa mendapatkan
informasi dari ‘dunia luar’, sedangkan di desa sendiri belum terdapat
teknologi yang memadai. Beliau menjawab dengan menjabarkan peranan
organisasi seperti ICMI (Ikatan Cendekiawa Islam Indonesia), ISKA (Ikatan
Sarjana Katolik) dan organisasi serupa lainnya. Dalam hal ini beliau
menekankan pentingnya setiap individu atau organisasi untuk menolong sesama
yang membutuhkan tanpa memandang SARA. Jawaban tersebut ditambahi oleh Pak
Ilham dengan tema pendeketan kultural dan struktural. Pendeketan kultural
berarti membangun sumber daya manusia baik dalam bidang ekonomi, pendidikan
dan kesehatan, sedangkan struktural yaitu sarana dan prasarana untuk
menunjang ketiga hal itu. Organisasi seperti ICMI atau ISKA tersebut
merupakan wadah untuk membangun sumber daya manusia dan mengembangkannya dan
membangun sesuatu invoasi yang baru untuk kepentingan bersama. Beliau juga
menggarisbawahi bahwa sebenarnya keseimbangan antara IPTEK dan IMTAK (iman
dan takwa) merupakan sesuatu yang penting dalam menjalani kehidupan. Iptek
tanpa percaya dan beribadah pada Tuhan merupakan hal yang sia-sia, menurut
pendapat beliau.

Pertanyaan kedua adalah, dengan segala prestasi yang telah
dicapai baik dalam hidup personal mau pun professional, apa cita-cita pak
Habibie selanjutnya, apakah masih ada sesuatu yang ingin dicapai. Beliau
menjawab bahwa sebenernya untuk saat ini sudah tidak ada yang dikejar,
tetapi beliau mengingatkan kepada kami semua yang hadir untuk menerapkan
kehidupan seperti dalam hal tolak ukur kepemimpinan, baik itu memimpin
dirinya sendiri, keluarga, atau kelompok yang lebih besar. Di dalam hidup,
harus menjadikan produktivitas dan daya saing yang baik, baik dalam bidang
budaya, agama dan juga iptek. Beliau juga mengingatkan untuk kita menjadi
diri sendiri, untuk mau belajar, dan jangan pernah untuk menjadi ‘pahlawan’,
tetapi menjalani hidup dengan cara sendiri yang baik dan benar.

Setelah kurang lebih 2 jam, dialog yang inspiratif itu pun lalu
ditutup dengan foto dan makan malam bersama. (IA/HS)
Zitat   
Seite 1 / 1
Login with Facebook to post
Vorschau