GENTA ROHANI > ARTIKEL UTAMA > GERBANG
KETUHANAN DALAM AGAMA RU-KHONGHUCU
Page 1 / 1
KETUHANAN DALAM AGAMA RU-KHONGHUCU
12/07/2011 8:08 am

Moderator
Junior Member


Regist.: 06/15/2011
Topics: 8
Posts: 1
OFFLINE
Di dalam Kitab Zhong Yong tersurat, “Sungguh Maha Besar Kebajikan Tuhan Yang Maha Roh. Dilihat tiada Nampak, didengar tiada terdengar, namun tiap wujud tiada yang tanpa Dia. Demikianlah menjadi-kan umat manusia di dunia berpuasa membersihkan hati dan mengenakan pakaian lengkap, sujud bersembahyang kepadaNya. Sungguh Maha Besar Dia, terasakan di kanan-kiri kita. Di dalam Shi Jing tertulis, ‘Adapun Kenyataan Tuhan Yang Maha Roh tidak boleh diperkirakan, lebih-lebih tidak dapat ditetapkan.’ Maka sungguhlah sifatNya yang halus itu, tidak dapat disembunyikan dari Iman kita; demikianlah Dia.”

Di dalam Kitab Suci Agama Ru-Khonghucu ada beberapa istilah untuk menyebut nama Tuhan YME:
Di dalam Yi Jing digunakan istilah Qian yang mengandung pengertian bahwa Tuhan ialah Yang Maha Ada, Maha Sempurna, Khalik Semesta Alam, Maha Positif.
Di dalam Kitab Zhong Yong disebut pula sebagai Gui Shen, yang menunjukkan bahwa Tuhan YME ialah Maha Roh yang berkuasa atas segala sifat Yin maupun Yang, Yang Maha Suci, Yang Dimanapun Berada.
Di dalam Li Ji digunakan pula istilah Da Yi 大一, yang artinya Satu Yang Maha Besar, sejajar dengan istilah yang digunakan pula di dalam Yi Jing dengan sebutan Tai Ji 太極 (Yang Maha Ada, Maha Puncak/Kutub) dilam-bangkan dengan sebuah 0 (lingkaran).
Nama yang paling umum, yang terdapat di dalam seluruh Kitab-Kitab agama Ru-Khonghucu ialah sebutan TIAN 天 dan DI 帝.
Huruf TIAN 天 terangkai dari gabungan dua huruf sebagai akar kata ialah Yi 一, yang artinya ‘Satu’ dan ‘Da’ 大 yang artinya ‘Besar’, Jadi TIAN mengandung pengertian Yang Maha Esa Maha Besar.
Huruf DI 帝 terdiri atas gabungan beberapa akar kata, yaitu Da 大 yang artinya ‘Besar’, Mo 冖 yang arti-nya ‘Langit’, Jing yang artinya ‘Bumi’ dan Kun丨yang artinya ‘Menembusi Atas-Bawah, Mencipta, Menguasai’. Jadi DI mengandung pengertian Yang Maha Besar Khalik Yang Menguasai Langit dan Bumi.
Sebutan DI banyak digunakan di dalam Kitab Suci yang berasal dari jaman Dinasti Shang atau Yin (1766-1122 s.M), sedang sebutan TIAN banyak digunakan dalam Kitab-kitab Suci sebelum dinasti Shang, seperti pada jaman dinasti Xia (2205-1766 s.M) dan sesudah dinasti Shang, yaitu pada jaman dinasti Zhou (1122-255 s.M), tetapi sering kedua sebutan tersebut digunakan ber-sama-sama, bahkan dalam satu kalimat.
Sarjana Barat seperti James Legge D.D., LL.D., yang telah menerjemahkan hampir seluruh Kitab Suci Agama Ru-Khonghucu pada abad yang lalu, menerjemahkan TIAN dengan istilah yang dapat diartikan sebagai Langit, Surga atau Kahyangan dan DI dengan istilah God (Allah). Sesungguhnya pengertian TIAN maupun DI seperti yang digunakan dalam Kitab Suci Agama Ru-Khonghucu hanya menunjukkan satu pengertian saja, yaitu untuk menyebut Tuhan YME.
Nabi Kongzi yang hidup pada jaman dinasti Zhou biasa menggunakan nama TIAN untuk menyebut Tuhan YME, itulah sebabnya di dalam Kitab Si Shu sebagian besar digunakan sebutan TIAN, kecuali untuk kalimat-kalimat yang dipetik dari Kitab Suci yang lebih tua, seperti Shu Jing atau Shi Jing digunakan sebutan DI dan Shang DI sesuai aslinya.
Penggunaan istilah TIAN dan DI di dalam Wu Jing biasa diberi kata tambahan pemuliaan di depan, misalnya:
• Shang TIAN 上天 artinya TIAN Yang Maha Tinggi atau Yang Di Tempat Maha Tinggi
• Hao TIAN 昊天 artinya TIAN Yang Maha Besar atau Yang Maha Meliputi.
• Cang TIAN 蒼天 artinya TIAN Yang Maha Suci, Maha Kudus, Maha Luhur, Maha Tinggi.
• Min TIAN 旻天 artinya TIAN yang Maha Welas Asih, Yang Maha Murah, Maha Pengasih
• Huang TIAN 皇天 artinya TIAN Yang Maha Kuasa, Maha Agung, Maha Pencipta.
• Shang DI 上帝 artinya DI 帝 (Tuhan Khalik Pencipta Semesta Alam), Yang Maha Tinggi atau Yang Di tem-pat Maha Tinggi.
Dalam percakapan sehari-hari umat Ru-Khonghucu biasa menyebut TIAN atau Shang DI dengan sebutan Tian Gong 天公 atau Thi Khong (dialek Hokkian); maka hari suci sembahyang besar kepada Tuhan YME yang diselenggarakan tiap bulan Zheng Yue 正月(Cia Gwee) atau bulan Pertama tanggal 8 menjelang tanggal 9 penanggalan Kongzi atau Yin Li dinamai Hari Suci Jing Tian Gong 敬天公 (Khing Thi Kong) yang artinya Hari Suci Untuk Bersujud/menghormat Kepada Tuhan YME.
Demikianlah disabdakan di dalam Kitab Suci Agama Ru-Khonghucu bahwa TIAN atau Shang DI adalah Tuhan Yang Maha Hidup, Menjadi Sumber dan Tempat Berpulang bagi Semua Yang Hidup, Yang Maha Mengetahui, Yang Mencintai Rakyat CiptaanNya, Yang Meridhoi Kebajikan, Yang Menghukum Kejahatan.
Tersurat di dalam Shu Jing:
• Sungguh TIAN Maha Mengetahui, dan hanya Nabi setiap saat mentaati hukumNya
• TIAN mencintai rakyatNya, maka apa yang menjadi kehendak rakyat, TIAN meluluskan.
• TIAN melihat seperti rakyat melihat, TIAN mendengar seperti rakyat mendengar.
• Jalan Suci TIAN memberkati kebaikan dan menghu-kum kejahatan.
Tersurat pula dalam Kitab Mengzi:
• Yang gembira/bahagia di dalam TIAN, dapat melindungi dunia, yang takut akan TIAN dapat melindungi negerinya
• Was-was dan hati-hatilah, apa yang keluar dari kamu akan kembali kepadamu.
• Siapa menurut kepada TIAN akan terpelihara, yang melawan TIAN akan binasa
Di dalam Kitab Lun Yu tersurat:
• Siapa berbuat dosa kepada TIAN; tiada tempat (lain) ia dapat meminta doa
• Tuhan Maha Tahu, ‘Siapakah yang hendak Ku kelabui? Apakah Aku akan mengelabui TIAN?’ Demikian sabda Nabi
• Nabi bersabda, “Aku tidak menggerutu kepada TIAN, tidak pula menyesali manusia. Aku hanya belajar dari tempat rendah ini, terus maju menuju tinggi. TIAN-lah mengerti diriku!”

Sumber:
Buku Hidup Bahagia dalam Jalan Suci TIAN, Gerbang Kebajikan Ru, Maret 2010. Editor: Lim Khung Sen
Quote   
Page 1 / 1
Login with Facebook to post
Preview